Ribuan Produk Bebas Bea, Trump Turunkan Tarif Jadi 19 Persen

FORWARDER EKSPOR IMPOR.com – Presiden Prabowo Subianto membawa “oleh-oleh” signifikan dari kunjungan kerjanya ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) pekan ini: berhasil menyepakati dan menandatangani perjanjian tarif timbal balik atau tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) dengan AS setelah negosiasi panjang.
Perjanjian itu bertajuk “Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance”. Lewat kesepakatan itu, Indonesia mengamankan rata-rata tarif impor ke AS sebesar 19 persen dari sebelumnya 32 persen. Tarif ini disebut-sebut menjadi yang terendah di antara negara-negara ASEAN.
Selain itu, Indonesia berhasil mengamankan tarif nol persen untuk ribuan produk yang diekspor ke AS.
Ditandatangani Prabowo-Trump Penandatanganan perjanjian ini dilakukan secara langsung oleh pemimpin dua negara, antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global.
“Perjanjian Bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik. Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut,” kata Teddy dalam keterangannya melalui @sekretariat.kabinet, Jumat (20/2/2026).
Ia pun menyebut, Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Trump usai menandatangani perjanjian ART. Padahal, menurut Teddy, ada sekitar 15 kepala negara dalam forum yang digelar di AS tersebut.
Namun, hanya Prabowo yang melakukan pertemuan bilateral dengan Trump. “Jadi kemudian satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya, dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo,” jelas Seskab.
Negosiasi panjang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, perjanjian ini berhasil disepakati setelah negosiasi panjang usai Trump mengumumkan tarif timbal balik pertama kalinya pada 2 April 2025.
Setelahnya, Indonesia telah mengirimkan empat surat untuk proses negosiasi tarif di bulan April, Juni, Juli, dan Agustus 2025.
Dalam periode tersebut, Indonesia mengunjungi Washington DC empat kali, tujuh kali putaran perundingan, dan lebih dari sembilan kali pembahasan in-person maupun virtual dengan USTR atau Duta Besar Jamieson Lee Greer.
Tarif 0 persen untuk 1.819 produk
Lewat perjanjian, Indonesia juga berhasil mengamankan tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif produk, baik dari komoditas pertanian maupun industri dengan tarif 0 persen. Komoditas tersebut, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, dan komponen pesawat terbang.
Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk utama asal Amerika Serikat, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Menurut Airlangga, langkah ini memastikan masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk produk berbahan baku impor tersebut.
Transaksi elektronik bebas bea masuk Di tingkat multilateral, kedua negara juga sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik sesuai posisi dalam forum World Trade Organization (WTO).
Indonesia turut mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional, serta memastikan adanya perlindungan data konsumen yang setara.
Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan bahwa pemerintah juga akan menerapkan strategic trade management guna menjaga agar perdagangan tetap aman dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tujuan perdamaian.
Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak, termasuk konsultasi dengan DPR RI, dan dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan tertulis bersama.
Bentuk Council of Trade
Airlangga menjelaskan, perjanjian juga mencakup pembentukan Council Of Trade And Investment sebagai forum ekonomi kedua negara. Hal ini sebagai bukti bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Airlangga bilang, perjanjian ini memiliki visi untuk mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, memperkuat rantai pasok, serta menjunjung tinggi kedaulatan masing-masing negara#kompas
FORWARDER EKSPOR IMPOR, Menawarkan
✓ Jasa Import Resmi
✓ Jasa Import Undername
✓ Custom Clearance
✓ Import Borongan All_In
✓ Import Door To Door
✓ Import Barang Khusus Lesensi
Kami juga memiliki Izin Import, seperti :
✓ PI Besi & Baja
✓ PI Kehutanan
✓ PI Mesin Bekas
✓ PI Textil, dll
Demikian penawaran ini kami ajukan, atas kerjasama baiknya, terimakasih.
Best Regards,
(AJI SUBROTO)
+62 822 6000 4437
+62 822 1000 4457
PT. PRESSTI ASIA INDONESIA
Alamat : JL. Lenteng Agung Raya, Jl. Kav. XXII, No.20, RT05/RW01, Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarta, Jakarta Selatan 12630
