FORWARDER EKSPOR IMPOR.COM – PT Papasari mendatangkan pengiriman perdana Rymax Lubricants ke Indonesia. Kehadiran produk ini menandai dimulainya distribusi resmi Rymax Lubricants di Tanah Air, setelah PT Papasari ditunjuk sebagai distributor eksklusif untuk pasar Indonesia. Melalui pengiriman awal ini, sejumlah pelumas industri berkinerja tinggi Rymax kini telah tersedia secara lokal.
Product & Sales Manager PT Papasari, Ivan Prasodjo Kamis (22/1) menerangkan produk-produk tersebut dikembangkan di Eropa dan telah digunakan di lebih dari 60 negara, dengan reputasi atas kualitas yang konsisten, formulasi teknologi tinggi, serta kinerja andal untuk kebutuhan industri yang menuntut.
“Seluruh rangkaian pelumas Rymax diproduksi sesuai standar internasional ISO 9001 serta memenuhi berbagai spesifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) dan standar industri global,” jelasnya l.
Menurut Ivan, Rymax Lubricants merupakan perusahaan pelumas global yang berdiri sejak 1986 dan berbasis di Belanda. Saat ini, Rymax mengoperasikan fasilitas manufaktur di Belanda, serta memiliki lokasi produksi tambahan di Dubai, Rwanda, dan Tiongkok guna memastikan kesinambungan pasokan dan standar kualitas internasional.
“Sebagai distributor resmi, kami menyiapkan dukungan menyeluruh bagi pasar Indonesia, mulai dari ketersediaan produk, dukungan teknis, hingga layanan purna jual. Pengalaman PT Papasari dalam distribusi pelumas industri menjadi fondasi penting dalam memperluas penetrasi Rymax di sektor industri nasional,” paparnya.
Ivan menambahkan, kedatangan pengiriman perdana ini merupakan langkah strategis untuk mendekatkan solusi pelumas industri Rymax kepada pelanggan di Indonesia. “Kami berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang dengan menghadirkan produk yang andal serta dukungan profesional,” imbuhnya.
Sementara itu, Commercial Director sekaligus pemilik Rymax Lubricants, Erik Vermeer, menilai Indonesia sebagai pasar strategis bagi pertumbuhan perusahaan. “Indonesia memiliki potensi industri yang besar. Kami menyambut baik ketersediaan produk Rymax secara lokal dan optimistis dapat membangun kehadiran yang kuat dan berkelanjutan bersama PT Papasari,” ucapnya.
Saat ini, rangkaian pelumas industri Rymax Lubricants telah tersedia melalui PT Papasari di Jakarta dan siap mendukung kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia@mediaindonesia
FORWARDER EKSPOR IMPOR.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan besaran kuota impor BBM bagi operator SPBU swasta untuk 2026. Dengan demikian SPBU swasta sudah dapat mengimpor langsung kebutuhan minyaknya, tanpa harus melalui Pertamina seperti di akhir 2025 kemarin.
Salah satu badan usaha yang sudah melakukan impor adalah PT Aneka Petroindo Raya selaku operator SPBU BP-AKR. Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura mengatakan proses impor sudah dilakukan perusahaan per Januari 2026.
Sementara operator SPBU lainnya belum diketahui, apakah sudah memulai impor atau tidak. Suara.com telah menghubungi PT Shell Indonesia untuk mengkonfirmasi soal impor kebutuhan minyaknya, namun Corporate & Internal Communications Lead Shell Indonesia, Reza Fawzy belum memberikan jawaban hingga berita ini dituliskan.
Meski masing-masing SPBU swasta telah dapat melakukan impor BBM secara langsung, besaran kuotanya yang ditetapkan belum diketahui. BP-AKR saat dikonfirmasi juga tidak memberikan angka pasti.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, tidak menyebut angka pasti. Laode hanya mengatakan besarannya mirip dengan kuota yang ditetapkan pada tahun lalu, termasuk kuota tambahan sebesar 10 persen seperti pada 2025.
Pada 2025, besaran kuota impor BBM bagi SPBU swasta sebesar 110 persen atau 776.248 kiloliter (KL). Adapun masing-masing SPBU Swasta seperti Shell mendapatkan kuota sebesar 329.704 untuk bensin RON 92, 119.601 kl untuk bensin RON 95, dan 38.674 kl untuk bensin ron 98.
Sementara BP mendapatkan kuota 97.107 KL untuk RON 92 dan 11.863 KL untuk RON 95. Sedangkan Vivo mendapatkan kuota impor 18.642 KL untuk RON 90, 60.857 KL untuk RON 92, dan 7.302 KL untuk RON 95.
Bagaimana SPBU Swasta dapat Berjualan hingga Mengimpor BBM?
Pelibatan badan usaha swasta dalam penjualan BBM di Indonesia tak bisa dilepaskan dari berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas). Dalam Pasal 9 Ayat huruf d dinyatakan kegiatan usaha hilir minyak dan gas dapat dilaksanakan salah satunya badan usaha swasta.
Shell menjadi SPBU swasta pertama yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan yang berpusat di London, Inggris ini, mulai menjual BBM pada 2005 di SPBU pertamanya di Lippo Karawaci, Tangerang, Banten.
Selanjutnya tata cara perizinan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaganya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Di dalamnya ditegaskan bahwa kegiatan usaha hilir minyak dan gas oleh badan usaha, izinnya diberikan oleh Menteri ESDM dan diselenggarakan melalui mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan.
Dari sejumlah aturan itulah badan usaha swasta diberikan hak untuk menjual hingga mengimpor BBM. Adapun salah satu regulasi yang mengaturnya adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM
Dalam Pasal 12 ayat 2 menyatakan pelaksanaan impor BBM harus mendapatkan rekomendasi dari Menteri ESDM dan izin dari Menteri Perdagangan. Selain itu juga diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2021.
Secara umum, agar badan usaha swasta dapat mengimpor BBM untuk disalurkan ke jaringan SPBU miliknya harus melewati sejumlah prosedur. Adapun yang perlu dipastikan badan usaha swasta telah memiliki izin usaha dari Kementerian ESDM. Kemudian menyusun proyeksi kebutuhan BBM kepada BPH Migas dan Ditjen Migas Kementerian ESDM.
Setelah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian ESDM, badan usaha swasta selanjutnya harus mengajukan Izin Persetujuan Impor melalui sistem SINAS NK (System Indonesia Natural Single Window) di bawah Kementerian Perdagangan.
Setelah mendapatkan persetujuan, impor BBM dapat dilakukan SPBU Swasta. Namun terdapat catatan yang harus dipastikan, yakni BBM yang diimpor wajib memenuhi standar dan mutu (spesifikasi) yang ditetapkan oleh Dirjen Migas. Sebelum dibongkar di pelabuhan Indonesia, sampel BBM harus menjalani diuji laboratorium untuk memastikan kualitasnya.
Bagaimana Penentuan Besaran Kuota Impor?
Adapun penentuan kuota BBM yang diimpor diputuskan oleh Kementerian ESDM dengan merujuk usulan yang diajukan. Perhitungannya mengkonsolidasikan data realisasi penjualan tahun berjalan, pola konsumsi, dan tren permintaan di lapangan.
Hal itu sebagaimana pernah disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam penentuan kuota impor BBM untuk 2026 yang merujuk pada realisasi penjualan pada 2025.
Kemudian akan dibahas dalam rapat Ditjen Migas untuk menentukan besaran kuota yang akan diberikan, dan selanjutnya diputuskan oleh Menteri ESDM.
Setelah kuota ditetapkan, masing-masing SPBU swasta akan mengimpor BBM kebutuhannya dari luar negeri. Adapun BBM yang diimpor masih berbentuk base fuel atau hasil olahan minyak mentah (crude oil) yang belum dicampur dengan aditif (zat tambahan).
Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan umumnya BBM yang diimpor SPBU swasta adalah BBM non subsidi seperti bensin RON 92, RON 95 dan RON 98.
Katanya, saat tiba di Indonesia BBM akan diolah dengan menambahkan zat tambahan sesuai standar masing-masing SPBU swasta.
Mengapa SPBU Swasta Sempat Menolak Impor dari Pertamina?
Pada September 2025, usai SPBU swasta mengalami kehabisan stok BBM di seluruh SPBU miliknya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengambil kebijakan dengan mendorong badan usaha swasta menyerap impor BBM Pertamina melalui skema business to business
Awalnya para badan usaha menyepakati keputusan itu. Namun, belakangan mereka mundur membeli BBM dari Pertamina. Fahmy Radhi menyebut terdapat alasan mengapa SPBU swasta menolak membeli BBM yang diimpor dari Pertamina, salah satunya pertimbangan keuntungan.
Dia pun menegaskan, jika impor BBM melalui Pertamina masih dipaksakan, SPBU swasta dipastikanya akan menolak.
Meski SPBU swasta sempat menolak, belakangan mereka tetap menyerap impor BBM milik Pertamina. Tercatat Pertamina menyalurkan BBM ke SPBU swasta sebanyak 430 ribu barel pada 2025 lalu@suaracom
FORWARDER EKSPOR IMPOR.COM – Karoseri Laksana kembali menambah negara tujuan ekspor. Jika sebelumnya bus-bus buatan Laksana dikirim ke negara-negara Asia Selatan seperti Bangladesh dan Srilanka, sekarang giliran Thailand yang menjadi negara tujuan ekspor produsen bodi bus asal Semarang, Jawa Tengah, tersebut. Ekspor bodi bus Laksana berbarengan dengan ekspor satu unit bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 rakitan pabrik Daimler Indonesia di Cikarang, Jawa Barat. Bus tersebut menggunakan bodi Legacy SR3 Neo Panorama buatan karoseri PT Laksana Bus Manufaktur.
Bus ini diklaim memenuhi standar UNECE R66 untuk perlindungan kecelakaan terbaliknya bus, UNECE R118 untuk bahan interior tahan api, dan ECE R43 untuk kaca keselamatan bersertifikat. Perlindungan penumpang diperkuat melalui kursi dan titik pengikat yang disesuaikan dengan standar UNECE R80, standar sabuk pengaman UNECE R14, serta pintu darurat yang memenuhi regulasi Thailand, dilengkapi dengan tanda-tanda bercahaya dan kunci eksternal yang dapat dipecahkan.
Desain lampu depan yang baru dikembangkan pun difungsikan untuk peningkatan visibilitas dan keamanan untuk pasar ekspor internasional.
Bodi bus Legacy SR3 Neo Panorama mencerminkan kemampuan Indonesia yang semakin berkembang dalam memproduksi bodi bus berkualitas ekspor yang sesuai standar global.
“Unit ekspor ini membuktikan bahwa bodi bus buatan Indonesia dapat sepenuhnya memenuhi standar keselamatan Eropa sembari juga memenuhi persyaratan pasar khusus di Thailand. Melalui kolaborasi erat dengan DCVMI (Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia), kami telah menghasilkan produk yang menggabungkan keselamatan, kenyamanan, dan desain kontemporer, memperkuat daya saing Indonesia di industri bus regional,” ungkap Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur Alvin Arman.
Sebelum ke Thailand, Laksana telah mengekspor bodi bus buatannya ke sejumlah negara, seperti Srilanka, Fiji, Bangladesh, Timor Leste, dan Laos@DETIK
FORWARDER EKSPOR IMPOR, Menawarkan
✓ Jasa Import Resmi
✓ Jasa Import Undername
✓ Custom Clearance
✓ Import Borongan All_In
✓ Import Door To Door
✓ Import Barang Khusus Lesensi
Kami juga memiliki Izin Import, seperti :
✓ PI Besi & Baja
✓ PI Kehutanan
✓ PI Mesin Bekas
✓ PI Textil, dll
Best Regards,
(AJI SUBROTO)
+62 822 6000 4437
+62 822 1000 4457
aji.forwarder@gmail.com
PT. PRESSTI ASIA INDONESIA
Alamat : JL. Lenteng Agung Raya, Jl. Kav. XXII, No.20, RT05/RW01, Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarta, Jakarta Selatan 12630
FORWARDER EKSPOR IMPOR.COM – Kinerja ekspor Indonesia berpotensi mengalami tekanan pada 2026, mendorong kian susutnya surplus neraca perdagangan yang telah terjaga selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Chief Economist Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, kondisi ini akan lebih dipicu oleh mulai normalnya permintaan barang dari negara-negara mitra dagang utama Indonesia, terutama Amerika Serikat, setelah importir dari negara itu memupuk banyak barang dari RI pasca pengumuman tarif resiprokal oleh Presiden Donald Trump pada 2025.
“Karena ada front running dari importir AS yang mempercepat impornya. Tadinya mereka khawatir tarifnya segera diterapkan, tapi dalam tanda kutip kita dikibulin terus sama Trump terakhir November (pelaksanaan tarif resiprokal) tapi enggak jadi juga,” tegas David saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin lalu.
“Jadi mereka sebenarnya di sana (AS) barang lumayan menumpuk. Jadi saya pikir di kuartal I enggak akan digenjot lagi oleh mereka untuk persediaan barang di sana. Jadi mungkin bisa lebih lambat apalagi harga komoditas belum bergerak,” tegasnya.
Pada November 2025 saja total ekspor Indonesia telah minus 6,60% secara tahunan menjadi hanya senilai US$ 22,52 miliar dari sebelumnya pada November 2024 masih mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 24,11 miliar.
Seluruh komoditas ekspor Indonesia mengalami penurunan kinerja. Terbesar dari sektor migas yang minus 32,88% sedangkan non migas minus 5,09%. Dari sektor non migas, penurunan terdalam dari ekspor pertambangan yang minus 22,28%, diikuti pertanian 6,09%, dan industri minus 1,46%.
Di sisi lain, China sebagai negara tujuan utama ekspor Indonesia, pertumbuhan ekonominya juga tak kunjung pulih. Prospeknya pun kata tim ekonom BCA masih akan mengalami tekanan pada 2026, hingga berpotensi menekan permintaan komoditas andalan ekspor Indonesia ke negara itu, seperti produk nikel, hingga batu bara.
“Konsensus banyak institusi internasional kan juga untuk China masih melambat tahun depan, jadi meskipun suku bunga turun, likuiditas global membaik, tapi makanya kita bilang recovery commodity price terbatas karena faktor China,” ucap Head of Banking Research and Analytics Economy BCA Victor George Petrus Matindas.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sebelumnya juga mengungkapkan, target pertumbuhan ekspor RI pada 2026 hanya akan mencapai 7,09%. Angka ini sedikit di bawah target pertumbuhan ekspor pada 2025 yang dipatok sebesar 7,1%.
Mendag Budi pun membeberkan alasan di balik turunnya target pertumbuhan ekspor 2026. Menurutnya, meski lebih rendah, target itu dipastikan tetap tetap sejalan dengan rencana besar mendorong ekonomi nasional tumbuh 8%.
“Kan target ekspor kita tahun depan 7,09% ya. Kita sudah membuat mapping sampai 2029, tahun depan itu 7,09%, tahun ini 7,1%. 7,1% itu mudah-mudahan tercapai ya, karena sekarang kan 6,96%. November sih mudah-mudahan naik, jadi ketutup ya,” kata Budi kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat lalu.
Ia menegaskan, penurunan tipis target tersebut bukan karena pelemahan, melainkan karena lonjakan basis pertumbuhan ekspor pada tahun-tahun sebelumnya.
“Nah tahun depan kan 7,09% sementara tahun ini 7,1% kenapa turun? Karena kita startnya kan sudah tinggi. Tahun lalu kan 2,7% ekspor tumbuhnya ya, realisasi ekspor tahun 2024 dari tahun 2023 itu 2,7%, setelah itu terus 2024 ke 2025 ini targetnya kan 7,1%. Artinya kan startnya lompat ya, makanya tahun depan itu 7,09%,” jelasnya.
Meski target ekspor 2026 sedikit lebih rendah 0,1%, Kemendag tetap optimistis. Salah satu pendorongnya adalah sederet perjanjian dagang yang mulai berlaku penuh tahun depan.
“Kita optimis, kenapa? karena banyak perjanjian dagang juga sudah selesai. Tahun depan kan banyak yang sudah implementasi,” kata Budi@cnbc
FORWARDER EKSPOR IMPOR, Menawarkan
✓ Jasa Import Resmi
✓ Jasa Import Undername
✓ Custom Clearance
✓ Import Borongan All_In
✓ Import Door To Door
✓ Import Barang Khusus Lesensi
Kami juga memiliki Izin Import, seperti :
✓ PI Besi & Baja
✓ PI Kehutanan
✓ PI Mesin Bekas
✓ PI Textil, dll
Best Regards,
(AJI SUBROTO)
+62 822 6000 4437
+62 822 1000 4457
aji.forwarder@gmail.com
PT. PRESSTI ASIA INDONESIA
Alamat : JL. Lenteng Agung Raya, Jl. Kav. XXII, No.20, RT05/RW01, Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarta, Jakarta Selatan 12630
FORWARDEREKSPORIMPOR.COM — PT Pos Indonesia (Persero) resmi meluncurkan layanan kargo internasional untun pekerja migran Indonesia (PMI), haji, dan umrah. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Prasabri Pesti mengatakan, layanan ini disediakan untuk memudahkan PMI serta jamaah haji dan umrah dalam mengirimkan barang dari luar negeri ke Indonesia.
“Fasilitas yang ditawarkan meliputi relaksasi bea masuk untuk haji dan PMI, ongkir terjangkau, pelacakan kiriman secara real-time, serta pengiriman yang lebih cepat melalui kargo udara,” ujar Prasabri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Saat ini, ucap dia, volume kiriman PMI dari Arab Saudi tercatat mencapai 80 ton hingga 100 ton per bulan. Prasabri berharap kehadiran layanan kargo internasional ini mampu menjawab kebutuhan logistik PMI yang memerlukan solusi pengiriman yang efisien, aman, dan memiliki kepastian proses.
Dia menyampaikan, layanan ini merupakan perluasan dari Kargo Haji yang sebelumnya telah mendapatkan kemudahan regulasi dari pemerintah. Prasabri berharap jaringan Pos Indonesia yang menjangkau hingga ke penjuru negeri dapat memberikan manfaat nyata bagi PMI dan jamaah.
Peluncuran layanan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Haji dan Umroh, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Luar Negeri, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dan para pemangku kepentingan terhadap kemudahan layanan logistik bagi PMI serta jamaah haji dan umroh.
Ia menjelaskan, layanan Kargo PMI, Haji, dan Umrah dirancang dengan mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan, keamanan kiriman, serta integrasi proses layanan, mulai dari penerimaan barang di luar negeri, pengiriman melalui kargo udara, hingga distribusi ke alamat penerima di Indonesia@republika
FORWARDER EKSPOR IMPOR, Menawarkan
✓ Jasa Import Resmi
✓ Jasa Import Undername
✓ Custom Clearance
✓ Import Borongan All_In
✓ Import Door To Door
✓ Import Barang Khusus Lesensi
Kami juga memiliki Izin Import, seperti :
✓ PI Besi & Baja
✓ PI Kehutanan
✓ PI Mesin Bekas
✓ PI Textil, dll
Demikian penawaran ini kami ajukan, atas kerjasama baiknya, terimakasih.
forwarderekspoimpor.com – PT PBM Sarana Bandar Nasional (Pelni Logistics), anak usaha PT Pelni (Persero), menargetkan pendapatan usaha pada tahun 2026 sebesar Rp 568,4 miliar, atau tumbuh 77,85 persen dari RKAP 2025, dan laba bersih Rp 44,7 miliar atau tumbuh 15,18 dari RKAP 2025. “Jadi, untuk target kami pendapatan usaha di tahun ini adalah di Rp 568,4 miliar, dengan beban usaha Rp 411,8 miliar, kemudian beban overheadnya Rp 111,8 miliar, pajak pendapatan 12,7 miliar, dan laba konsolidasi SBN Rp 34,6 miliar,” kata Direktur Utama PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics) Sukendra di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Sementara itu, untuk kinerja bongkar muat peti kemas, tahun ini Pelni Logistics menargetkan mencapai 56.482 TEUs. Untuk mencapai target ini, perusahaan berupaya mendorong distribusi barang antarpulau dan pemerataan ekonomi di wilayah 3T. Baca juga: Jumlah Penumpang Pelni Sepanjang 2025 Tembus 5,15 Juta Sukendra mengatakan target bongkar muat mencapai 56.482 TEUs itu ditopang dari penguatan bisnis captive yakni kapal penumpang, kapal tol laut, dan bisnis non-captive. “Dari bisnis captive atau kapal penumpang, bongkar muat ditargetkan mencapai 20.462 TEUs,” jelas dia.
“Lalu, dari bisnis non-captive, kami menargetkan mencapai 5.168 TEUs. Sedangkan kapal tol laut dapat mencapai 30.852 TEUs. Kami berharap ini dapat tercapai sepanjang tahun,” tambahnya. Dia menjelaskan, Pelni Logistics juga menargetkan pertumbuhan signifikan pada layanan general cargo, angkutan kendaraan, dan ternak sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis logistik. Pada 2026, Pelni Logistics membidik volume general cargo mencapai lebih dari 427.000 ton per meter kubik, yang berasal dari layanan bongkar muat kapal tol laut, kapal penumpang, serta pengelolaan kargo non-captive. Sementara itu, untuk angkutan kendaraan, perusahaan menargetkan pengelolaan mencapai 14.464 unit, seiring meningkatnya mobilitas logistik dan distribusi kendaraan antarpulau.
Di segmen angkutan ternak, PELNI Logistics menargetkan pengangkutan mencapai 13.207 ternak sepanjang 2026. Layanan ini menjadi bagian penting dari dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional dan konektivitas logistik komoditas strategis, khususnya dari wilayah timur Indonesia. Dari sisi infrastruktur, PELNI Logistics juga mendorong bisnis depo peti kemas sebagai tulang punggung operasional. Pada 2026, perusahaan menargetkan dapat mengoperasikan depo container di Jakarta, Surabaya, dan Bitung dengan menampung kapasitas lebih dari 17 ribu TEUs. “Optimalisasi depo dilakukan melalui peningkatan standar layanan, digitalisasi pengelolaan, serta penambahan dan peremajaan armada container,” jelas Sukendra. Sukendra menyampaikan bahwa target operasional 2026 dirancang secara realistis dengan tetap mengedepankan efisiensi, tata kelola yang prudent, dan keberlanjutan bisnis.
“Kami melihat prospek pertumbuhan logistik maritim nasional masih sangat kuat. Karena itu, kami fokus pada penguatan layanan bongkar muat, pengembangan depo container, serta sinergi dengan induk usaha dan mitra strategis untuk menangkap peluang pasar,” tegasnya. Sebagai informasi, lini bisnis Pelni Logistics mencakup bongkar muat, freight forwarding, pergudangan, transportasi, serta trading and retail. Saat ini Pelni Logistics memiliki 39 cabang, 12 terminal point, dan 3 depo container mencakup Jakarta, Surabaya, dan Bitung.#kompas
FORWARDER EKSPOR IMPOR, Menawarkan
✓ Jasa Import Resmi
✓ Jasa Import Undername
✓ Custom Clearance
✓ Import Borongan All_In
✓ Import Door To Door
✓ Import Barang Khusus Lesensi
Kami juga memiliki Izin Import, seperti :
✓ PI Besi & Baja
✓ PI Kehutanan
✓ PI Mesin Bekas
✓ PI Textil, dll
Demikian penawaran ini kami ajukan, atas kerjasama baiknya, terimakasih.
forwardereksporimpor.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan beroperasinya kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan akan membuat Indonesia terbebas dari impor bensin dan solar. Pasalnya, terdapat fasilitas Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang bisa meningkatkan kapasitas kilang.
Kini kapasitas kilang menjadi 360 ribu barel minyak per hari, CDU sebagai jantung dari Kilang Balikpapan mengolah minyak lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 260 ribu barel.
“Insyaa Allah begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi dengan tidak lagi mengandalkan pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri melalui impor,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Bahlil menjelaskan keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan solar nasional. Kebutuhan solar Indonesia tercatat sebesar 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este (FAME) sebesar 15,9 juta kiloliter (kl) per tahun, sehingga kebutuhan solar murni (B0) tersisa 23,9 juta kl per tahun.
Menurut Bahlil dengan produksi nasional yang saat ini mencapai 26,5 juta kl per tahun, pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 maupun CN 51, mulai pertengahan 2026.
Sementara untuk bensin, Bahlil menjelaskan kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Kebutuhan tersebut terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kl per tahun, RON 92 sebesar 8,7 juta kl per tahun, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kl per tahun.
Melalui optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 dapat ditingkatkan hingga 5,8 juta kl per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 dapat ditekan hingga sekitar 3,6 juta kl per tahun.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bahlil bilang, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, meningkatkan kapasitas kilang, seperti yang dilakukan melalui pengembangan Kilang Balikpapan.
Kedua, mendorong diversifikasi energi dengan mengoptimalkan program biodiesel, termasuk B40, guna mengurangi ketergantungan pada solar berbasis fosil. Ketiga, menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi nasional agar ketersediaan BBM tetap terjaga.
RDMP Balikpapan sendiri memiliki fasilitas utama, yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari. Sementara itu, unit RFCC menjadi pengolah minyak mentah yang mampu mengubah residu menjadi produk yang bernilai tinggi. Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang bisa melayani distribusi BBM untuk Indonesia bagian timur#DETIK
FORWARDER EKSPOR IMPOR, Menawarkan
✓ Jasa Import Resmi
✓ Jasa Import Undername
✓ Custom Clearance
✓ Import Borongan All_In
✓ Import Door To Door
✓ Import Barang Khusus Lesensi
Kami juga memiliki Izin Import, seperti :
✓ PI Besi & Baja
✓ PI Kehutanan
✓ PI Mesin Bekas
✓ PI Textil, dll
Demikian penawaran ini kami ajukan, atas kerjasama baiknya, terimakasih.